Sabtu, 10 Maret 2012

Sabtu, Maret 10, 2012 - 2 comments

Sebuah Celah Untuk Sang Independen

"Hari apa ini hari apa, omegotttt.... ngimpi apa tadi malem????" Aku terheran-heran mendengar sebuah berita dari salah satu kawan ku.


Hahh???... Nama aku kok bisa 'nyempil' di deretan nama-nama itu. Meskipun itu baru tahap awal belum tahap akhir, but it's so surprising!! Kedua mata ini menjadi saksi dari kejutanku di tengah keterpurukan ini. Bingung mau ngomong apa. Rasa nggak percaya menjadi reaksi pertama ketika aku melihat nama ku itu. Reaksi-rekasi lainnya pun berlanjut seperti reaksi kimia (Halah jadi bahas materi kuliah gini, hahah).

Sejenak, aku berpikir nama aku kayanya nggak pasaran. Yang namanya Maharani Nursyamsu, yaa cuma aku disini.... Nggak ada yang lain. Semua orang tau itu (Asiik dah, sok gaya niy,,). Apalagi ngeliat nama belakangku, itu nama gabungan dari nama kedua orang tua ku. Kecil kemungkinan ada yang memplagiatkan namaku. Oke, selesai lah ya kalo ngehubungin dengan kepopuleran namaku. Jadi jelas itu pasti namaku. hahhaa.

Reaksi berikutnya, aku berpikir lagi. Ini aku mimpi nggak sih. Tapi anehnya aku kok masih berdiri aja ngeliat itu semua dan nggak terbangun dari tidur kalo seandainya lagi ngimpi. Mau cubit pipi, tapi nggak tega. Nggak tega liat make-up jadi berantakan gara-gara dicubit, hahaha. Bisa dipastikan ini bukan mimpi. This's a realize!!! 

Reaksi terakhir. Padahal bukan hari ulang tahun. Tapi ini adalah kejutan. Mungkin pra-kejutan kali yaa sebelum ulang tahun nanti. Kejutan ini justru membuat aku kecil hati. Deretan nama-nama itu udah punya banyak jam terbang, baik akademik ataupun non akademik. Beda banget dengan aku yang standar-standar aja. Mereka bisa dibilang punya latar belakang seorang praktisi pada banyak laboratorium. Sedangkan aku, NIHIL. Makin menciut aja niy nyali, udah kaya plastik kebakar api aja. Tapi, sebuah pencerahan dateng dari berbagai penjuru. Lebay deh yaaa... Bukan lampu, obor, senter, petromak atau teman sejenisnya.

ALLAH SWT, ORANG TUA DAN KAWAN-KAWAN

Yup mereka lah sumber pencerahan sebenarnya.
kata-kata 'semangat' rasanya udah menyesakkan seisi telinga dan pikiran ku.
Tiap kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat dan dikeluarkan oleh mereka seakan
bisa mengalahkan semua keraguan dan ketakutan yang merangkulku. Sehingga sebuah 'niat'  pun menyeruakan ke permukaan dari dasar hatiku.

Bagaikan aku sedang mendirikan sebuah bangunan, setelah pondasi terbentuk oleh pencerahan-pencerahan itu. Sudah saatnya aku membangun dinding dan lantai. Dan aku pun membangunnya dengan segala keyakinan terhadap diriku. Disinilah peran power of mind diperlukan.

"Aku punya Tuhan, begitu sebaliknya Tuhan memiliki aku, bukan hanya saja memiliki
mereka-mereka. Tak ada jaminan jika Tuhan tidak berlaku adil pada umatnya.
Karena Tuhan Maha Mengetahui Segalanya. Mengetahui keinginan umatnya, salah
satunya aku."

Sebuah filosofi yang aku pegang selama ini pun turut andil dalam mendirikan bangunan yang seandainya akan ku bangun. Filosofi tentang cabai merah dengan cabe rawit. Ukuran cabe merah memang lebih besar dibandingkan cabe rawit. Tapi tak bisa di pungkiri, rasa pedasnya dimiliki oleh cabe rawit, bukan cabe merah yang memiliki ukuran lebih besar.

Maknanya, tak perlu kita memandang sesuatu dilihat dari segi luarnya, karena apa yang kita lihat dengan mata terkadang tidak sesuai dengan sebenarnya, yang mungkin tidak bisa di tangkap oleh indera mata.


Teruslah kita berusaha dan berjuang gigih dengan segala kemampuan yang kita miliki, maksimalkan kemampuan itu tanpa ada yang tersisa. Jangan pernah takut akan nama besar seseorang. Jadikan itu sebagai cambukan untuk menyetarakan diri seperti mereka. Nothings in impossible!!!

Setelah mencapai dinding dan lantai, sudah saatnya membangun atap. Atap terbangun dari sikap kita untuk menyerahkan diri semuanya kepada Tuhan YME. Karena Dia lah yang menentukan segala bentuk keputusan yang ada di dunia ini. Dialah director, sutradara sekaligus produser dari drama kehidupan di dunia ini. Dan melalui kesabaran yang dibangun diatas niat dan usaha yang gigih, akan menyempurnakan segalanya, termasuk bangunan yang kita dirikan tersebut. Sebuah dekorasi indah nan menawan pun akan menyempurnakan bangunan yang kita dirikan. Ketika kita dapat memiliki sebuah bangunan yang kita dirikan itu, maka disitulah kita bia dikatakan mendapat sesuatu yang kita inginkan.

2 komentar:

oootttiiiidaaaakkkkk... ada yg nyadar juga,,, ahhh jd malu niy buddd....

Posting Komentar