Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Sudah

Gambar
Jika saja... Kita tau sejak awal.
Bahwa semua kisah pasti memiliki (sudah). Sebuah kalimat berujung pada sebuah titik. Dan seorang penulis menyisipkan epilog dalam karyanya.
Hanya saja... Kita yang belum benar-benar bersiap diri. Jika akhirnya waktu itu tiba. Waktu ketika idealismu tersikut realistis. Waktu ketika harus bersiap diri merengkuh gemiricik harapan tak searus.


Kamu bercanda

Gambar
Sorot kuning keemasan di ujung hari.  Kamu tau itu apa? Ya, dialah senja.
Datang dan perginya senja sungguh elegan. Bukan datang tanpa permisi. Lantas pergi tanpa pamitan.

Senja berbisik,
"Tenang kawan...
Aku akan datang kembali.

Namun, aku datang bukan sebagai senja yang kamu kenal.
Aku akan datang ketika malam tak menampakkan teduhnya.

Saat itu lah, jejak ku akan menjelma di sudut timur bumi. Menawarkan sebuah harapan untuk mereka yang yakin.
Mereka yang berhak menerima cahaya baru esok pagi."
Begitulah senja membijak.
Datang, lalu pergi. Kamu boleh melakukan itu. Tapi tak boleh sesuka hati.
Kamu harus tau. Jika sebuah kedatangan tidak mungkin tak meninggalkan jejak.
Ketika kamu ingin pergi dan tak mampu meninggalkan pesan. Setidaknya bawalah jejak itu bersama kepergianmu. Jangan kamu tinggalkan jejak tak bertuan itu bersama pesan kosong. Karena hidup tak sebercanda itu kawan. ~



Pernah...

Gambar
Tak ada firasat terbesit Merajut benang bersama demi seutas tali impian. Yang asing belum tentu tak searah memang. Nyatanya mimpi kita merujuk pada satu muara.
Aku bisa apa.

Ketika langit pagi beranjak di ujung timur. Dan senja mengumpat di balik awan.
Ada alasan dibalik simpul-simpul senyuman.
Ada alasan langit tak mau bermuram durja.
Kamu.

Tegur sapa tak lagi canggung. Canda tawa rutin mengisi agenda harian.
Gemericik khawatir tumbuh di balik rasa diam. Menimbulkan rasa paham tanpa perlu diawali.

Titik-titik inisiatif tumbuh terkendali.  
Memacu pergerakan lebih cepat dari intuisi. Menandakan eksistensi yang ingin diakui.
Respon positif pun datang sesuai harapan. Bukan harapan semu yang menepuk angin. Letupan rasa kian gemar bersemi .
Lalui waktu tanpa ingin menutup percakapan hari ini.
Ingin selalu ada kata penghubung
Kala bibir tiba-tiba membisu.

Oh... mungkin tanda koma boleh hadir.
Sedikit memberi jeda.
Bahwa duniamu begitu luas diluar sana.
Menerjemahkan untuk saling paham.
Menguatkan ruang rindu yang se…