Postingan

Sudah

Gambar
Jika saja... Kita tau sejak awal.
Bahwa semua kisah pasti memiliki (sudah). Sebuah kalimat berujung pada sebuah titik. Dan seorang penulis menyisipkan epilog dalam karyanya.
Hanya saja... Kita yang belum benar-benar bersiap diri. Jika akhirnya waktu itu tiba. Waktu ketika idealismu tersikut realistis. Waktu ketika harus bersiap diri merengkuh gemiricik harapan tak searus.


Kamu bercanda

Gambar
Sorot kuning keemasan di ujung hari.  Kamu tau itu apa? Ya, dialah senja.
Datang dan perginya senja sungguh elegan. Bukan datang tanpa permisi. Lantas pergi tanpa pamitan.

Senja berbisik,
"Tenang kawan...
Aku akan datang kembali.

Namun, aku datang bukan sebagai senja yang kamu kenal.
Aku akan datang ketika malam tak menampakkan teduhnya.

Saat itu lah, jejak ku akan menjelma di sudut timur bumi. Menawarkan sebuah harapan untuk mereka yang yakin.
Mereka yang berhak menerima cahaya baru esok pagi."
Begitulah senja membijak.
Datang, lalu pergi. Kamu boleh melakukan itu. Tapi tak boleh sesuka hati.
Kamu harus tau. Jika sebuah kedatangan tidak mungkin tak meninggalkan jejak.
Ketika kamu ingin pergi dan tak mampu meninggalkan pesan. Setidaknya bawalah jejak itu bersama kepergianmu. Jangan kamu tinggalkan jejak tak bertuan itu bersama pesan kosong. Karena hidup tak sebercanda itu kawan. ~



Pernah...

Gambar
Tak ada firasat terbesit Merajut benang bersama demi seutas tali impian. Yang asing belum tentu tak searah memang. Nyatanya mimpi kita merujuk pada satu muara.
Aku bisa apa.

Ketika langit pagi beranjak di ujung timur. Dan senja mengumpat di balik awan.
Ada alasan dibalik simpul-simpul senyuman.
Ada alasan langit tak mau bermuram durja.
Kamu.

Tegur sapa tak lagi canggung. Canda tawa rutin mengisi agenda harian.
Gemericik khawatir tumbuh di balik rasa diam. Menimbulkan rasa paham tanpa perlu diawali.

Titik-titik inisiatif tumbuh terkendali.  
Memacu pergerakan lebih cepat dari intuisi. Menandakan eksistensi yang ingin diakui.
Respon positif pun datang sesuai harapan. Bukan harapan semu yang menepuk angin. Letupan rasa kian gemar bersemi .
Lalui waktu tanpa ingin menutup percakapan hari ini.
Ingin selalu ada kata penghubung
Kala bibir tiba-tiba membisu.

Oh... mungkin tanda koma boleh hadir.
Sedikit memberi jeda.
Bahwa duniamu begitu luas diluar sana.
Menerjemahkan untuk saling paham.
Menguatkan ruang rindu yang se…

Sabda Alam

Gambar
Ketika daun jatuh dalam keikhlasan. Dia tak pernah memilih tanah mana yang akan dipijaknya. Dia pun tak pernah mendahului angin yang berhembus.
Jatuhlah aku sekarang, serunya sayup-sayup.
Keheningan tersimpul dalam keriuhan. Hanya Tuhan lah,
Yang mampu Mendengar, bahkan yang menciptakannya.
Seperti itulah rasa rinduku.
Yang bertunas dalam sanubari. Melahirkan kuncup-kucup rindu yang kusimpan dalam diamku.
Diamku bukan berarti aku tak mendambakan kehadiranmu.

Aku hanya menjaga rindu ini untuk ikhlas dalam koridor-Nya.
Menyikapi bukan dengan cara-cara yang nista.
Agar tak menjelma sebagai rindu yang keliru.

Karena...
Rindu ini adalah anugerah terindah dari Sang Maha Kuasa.
Merasakannya adalah sesuatu yang fitrah.
Menjaganya adalah sebuah ibadah. 
Maka,
Sekuat tenaga kuredam segala letupan rindu ini.
Biar tak sedikitpun mengotori kefitrahannya.
Dan tak pula lancang mendahului skenario Sang Pemilik Hati.

Embun masih bersemayam dalam kejernihan.
Dan rindu ini kulafazkan dalam doa-doa malamku. Langit biru yang mas…

Surat Untuknya

Gambar
Assalamualaikum wahai jodohku,
wahai calon suamiku,
dan calon ayah dari anak yang kelak aku lahirkan dari rahimku.
Bagaimana kabarmu disana?
Ku harap kau dalam keadaan baik-baik saja.
Sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Sang Maha Kuasa. Aamiin…
Apa yang sedang kau lakukan sekarang, duhai calon imamku?
Apakah kita sedang melalukan hal yang sama?
Menatap satu langit dengan hiasan bintang yang berkelip? 
Tau kah kau,
Aku sedang dilanda sebuah kerinduan yang begitu mendalam.
Apakah kau jg seperti itu?
Ku harap kau pun seperti itu, merasakan hal sama denganku.
Aku rindu sekali.
Aku rindu menunggu suatu masa itu tiba.
Suatu masa yang pasti kau idam-idamkan, begitu juga dengan aku.
Ketika masa lalu adalah sebuah masa kini dan masa datang yang telah terlewati.
Masa kini adalah masa datang yang menjadi sebuah masa yang didamba-dambakan kehadirannya, setelah melewati masa lalu. Dan Masa depan adalah sebuah rahasia. So simple but it's so mystery :)
Kau pun pasti sudah tau.
Masa depan sia…

Inikah Rasanya...

Gambar
Pahit, Manis, Hambar, Asin, mereka lah rasa dari indera pengecap. Salah satu dari panca indera yang kita miliki. Ingatkah, ketika kecil ternyata kita sudah belajar memahami sebuah rasa, walaupun itu hanya rasa sebuah makanan. Namun itu adalah titik awal kita untuk merasakan rasa-rasa yang lain.
Dan hingga kini, kita akan tetap terus dan terus belajar memahami sebuah rasa. Kita bisa mengetahui sebuah rasa adalah ketika kita merasakannya, bukan hanya sekedar mengetahui rasa itu dari mata yang melihat ataupun telinga yang mendengar.
Bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa yang harus bertahan lama di kampus, menjadi saksi perguliran mahasiswa baru yang kelak menggantikan kami sebagai mahasiswa.

Menjadi seorang anak yang harus lebih bisa meyakinkan kedua orang tuanya bahwa aku sudah ikhlas, kuat dan sabar dengan takdir yang digariskan oleh Allah SWT.

Menjadi seorang anak pertama yang belum juga memberikan perhatian baik moril dan materi untuk keluarganya.

Menjadi seorang sahabat yang s…

I’m not the followers but We’re the leaders

Gambar
Pemimpin. Mendengar kata yang satu ini pasti yang terbesit adalah, sosok pegawai publik, kekuasaan, kewenangan dan dunia politik. Impuls-impuls di otak tak segan mengiring kita menuju arti seorang pemimpin dalam skala luas. Seperti pejabat desa, pejabat daerah hingga pejabat pemerintahan.
Orang bijak pernah berkata, untuk apa kita melihat yang diseberang samudera jika ada yang lebih mudah dilihat di hulu sungai. Jadi sebelum kita merangkak untuk hal yang lebih besar cobalah untuk merangkul yang lebih kecil. 
Sekarang, tataplah diri kita di depan cermin, kenali dirimu dan siapakah dirimu sebenarnya. Wahai kawan, perlu kita ketahui bahwa kita adalah pemimpin. Masih tidak percaya? Baiklah, sederhana sebenarnya untuk meyakinkan bahwa kita adalah pemimpin. Hakikatnya kita memimpin pada tiap jam, menit hingga detik bergulir. Bahkan ketika pagi yang tersirat dengan sinar emasnya hingga sang jingga menampakkan keelokkan di langit senja, kita tetap memimpin. Ya, kita adalah pemimpin. Memimpin …