Senin, 03 Juni 2013

Senin, Juni 03, 2013 - 9 comments

Overall, husnudzon :)


Masih ingat dalam benakku. Ketika aku merasa Allah SWT tidak membagikan keadilan padaku. Betapa tidak, sejak aku masuk SMA rasanya takdir tidak berbanding lurus dengan segala hasrat dan keinginan.

1st.
Aku menimba ilmu bukan pada tempatnya, mungkin seperti inilah pikiranku saat itu. Aku sama sekali tidak melirik SMA ini, namun Allah SWT mengantarkanku pada SMA ini. SMA ini memang sekolah Negeri, namun aku memiliki pilihan sendiri untuk sekolah putih abu-abuku. Kuingat ketika masa-masa MOS yang kujalani dengan setengah hati. Wajahku selalu kusut di awal-awal sekolah. Terima atau tidak, aku harus merelakan mimpiku melayang begitu saja di belakang pundakku. Aku harus tetap menatap masa depanku. Begitulah tiba-tiba suara hatiku menyeru ketika aku mampu beradaptasi di sekolah. Hingga akhirnya aku mampu menyelesaikan 3 tahun di SMAN 9 Cirebon dengan progress yang sangat baik. Dan akhirnya aku mampu mengukir senyuman indah di wajah orang tuaku. Tak lelah mereka membuka raport SMA ku berulang kali. Di sisi lain, sekolah ini juga memang mewajibkan para siswinya untuk menggunakan jilbab. Mungkin hanya sekolah ku yang menetapkan jilbab diantara sekolah negeri lainnya. Sempat terkejut memang, apalagi aku telah menyiapkan seragam SMA dengan potongan pendek. Walau berawal dari peraturan sekolah, disinilah aku diperkenalkan untuk belajar menutup aurat dengan jilbab. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)

2nd.
Masih dalam suasana putih abu-abu. Hanya ada 2 jurusan yang disediakan oleh sekolahku, IPA dan IPS. Sejak SD, aku memang tertarik dengan dunia non eksak. Aku sangat menggebu-gebu dengan mata pelajaran geografi, PKN, sosiologi dan sejarah. Aku selalu merasa sedih tiap kali mata pelajaran tersebut telah usai  jam pelajarannya. Tak mengherankan jika aku mencantumkan jurusan IPS di pilihan 1 dan 2 pada formulir pemilihan jurusan. Namun, nyatanya aku menjadi anak IPA. Itu semua karena hasil Psikotest dan ribuan saran guru-guruku yang menyayangkan aku masuk IPS. Pikirku saat itu, mereka lebih tau kemampuanku dibandingkan dengan diriku sendiri. Sehingga aku menyimpan segala saran mereka. Ternyata mereka benar, aku merasa nyaman di dunia eksak. Bahkan aku merasakan progress yang signifikan. Hingga aku bisa mengikuti beberapa kompetisi eksak tingkat Kota Cirebon mewakilkan sekolahku berturut-turut. Tak pernah terbayangkan sebelumnya olehku jika aku mampu bersaing dengan mereka yang menurutku lebih berkompeten. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)

3rd.
Tak berhenti hingga disitu saja. Ketika aku memilih universitas pun tak jauh berbeda. Aku tak mendapatkan impianku lagi. Rasanya aku mau terjun dari lantai pencakar langit saat itu. Jurusan ilmu gizi IPB, Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi UNIKOM seakan malambaikan tangan di wajahku. Perih memang. Tapi apa boleh buat. Aku memang dilahirkan menjadi cucu Soedirman. Tak penah terfikirkan olehku untuk merasakan masa-masa mudaku di Kota Purwokerto. Masih jelas dalam memoriku, ketika aku tak diizinkan untuk kuliah di tempat yang sangat jauh seperti Bogor dan Bandung. Dan hanya mengizinkan ku untuk berkuliah di Purwokerto. Pindah haluan. Oke, aku menjatuhkan pilihan di Ilmu Gizi. Namun di luar dugaan. Ketika aku ditanyakan langsung oleh guru BK untuk jurusan, aku justru berkata biologi dan bukan ilmu gizi. Kaget memang. Lagi, aku hanya mampu menyimpan segala saran-saran guruku. Dan sempat kudengar bila Ilmu gizi Universitas Jenderal Soedirman ditiadakan untuk angkatanku. Karena mahasiswa yang terdaftar tidak memenuhi kuota yang telah ditentukan. Terlebih lagi ketika disini aku dipertemukan dengan sahabat-sahabat hebat dan terbaikku. Sempat ku menyeka ujung mata ini ketika mereka mampu hadir dalau suka maupun duka. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)


Aku kangen masa-masa indah bersama kalian :*
4th. 
Di dalam lingkup bangku kuliah. Asisten praktikum menjadi sasaran empuk para mahasiswa yang haus dengan pengalaman. Walau sebenarnya aku masih merasa kecewa dengan diriku sendiri, namun aku bertekad untuk ikhlas menerima garis takdir. Aku mencoba berusaha untuk beradaptasi dengan akademik yang bukan pilihanku. Dan hasilnya cukup memuaskan. Cukup bisa membuat orang tuaku tersenyum puas menatapku. Ambisi ku bukanlah pepesan kosong. Aku mencoba peruntunganku untuk menjadi asisten praktikum di Laboratorium. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Siang malam aku mengelap keringat untuk pencapaian akademik ternyata tak mampu mengantarkan pada ambisiku. Aku mendapati diriku gagal dalam seleksi di 3 laboratorium yang berbeda. Bahkan ada 1 laboratorium yang menawarkan seleksi tambahan, namun aku tetap saja gagal. 4x gagal ini benar-benar mengajakku dalam lubang depresi tingkat akut. Aku pun mencoba sabar dan tabah. Namun tak disangka, aku justru diminta oleh temenku untuk mendampingi ekskul KIR di SMA IT AL-IRSYAD Purwokerto. Kerja kerasku ku bersama anak SMA pun berbuah hasil. Aku mampu mengantarkan mereka menjadi finalis di salah satu kompetisi. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)


Indahnya aku berada diantara kalian semua adik-adikku :)
5th.
Masih di dunia perkuliahan, namun berbeda atmosfir. Rasanya tak lengkap menjadi mahasiswa jika tidak berkecimpung dalam suatu organisasi. Aku menjatuhkan pilihanku pada UPI (Unit Penelitian Ilmiah). UKM ini termasuk UKM yang sudah memiliki 'nama' di kampusku. Selain karena torehan prestasi yang diukir oleh anggota UPI sebelumnya, aku memang tertarik dengan orientasi UKM ini. Dan cerita bermulai ketika adanya proses plotting anggota UPI untuk masing-masing departemen dan unit kerja. Waktu itu aku sangat bersikeras menentukan pilihan pada departemen, tepatnya departemen sosial. Aku mendambakan bisa menjadi bagian dari departemen sosial. Namun, hasil plotting yang terpampang pada mading UPI mencantumkan namaku di  Departemen Keilmuan. Mengelus dada kembali. Dan seiring waktu bergulir, aku menyadari memang inilah jalanku. Berkat Departemen Keilmuan, aku mampu mampu mengukir prestasi di bidang karya tulis yang tak kusangka sebelumnya. Bahkan aku pun diberikan amanat menjadi Kepala Divisi Kajian Ilmiah di Departemen Keilmuan dalam 1 periode. Amanat tersebut membimbingku menjadi  orang yang mampu berinteraksi dengan banyak orang, aku bukan lagi Maharani Nursyamsu yang pendiam dan  juga pemalu. Aku banyak belajar dari pahit dan manisnya berproses dalam organisasi ini. Terimakasih UPI. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)


UPI Bravo, UPI Kita Satu


My First Competition :')

6th.
Di penghujung semester kuliahku yaitu semester 7. Semester yang sudah tepat rasanya jika aku melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Aku tak menyangka akhirnya aku bisa merasakan KKN juga. Dahulu aku hanya mendengar cerita-cerita manis dan pahitnya KKN dari kakak pendahuluku. Para pendahulu ku selalu menyarankan untuk memilih Kabupaten Banjarnegara untuk KKN ku. Selain karena tidak terlau jauh dari Purwokerto, setidaknya aku masih bisa berkontribusi untuk kegiatan UKM ku yang berlangsung serentak dengan KKN. Namun, semua itu tak sesuai harapan. Ku dapati pilihan tempat KKN hanya tersisa Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang. Aku memang telat berregistrasi untuk administrasi KKN saat itu. Karena di saat yang bersamaan aku sedang berada di Karimun Jawa selama 6 hari. Dan disana tidak ada ATM yang bisa mendukungku untuk membayar biaya KKN. Dan akhirnya selepas aku tiba di Purwokerto, aku harus menelan ludah jika hanya tersisa 2 Kabupaten. Dan kupilih Pemalang. Saat itu aku hanya mengikuti arah gerak pointer mouse laptopku. Tak ada alasan khusus untuk memilih Kabupaten Pemalang. Dan aku pun ikhlas menerima ini semua, ya sesuai dengan sebutan kabupaten itu. Pemalang Kota Ikhlas. Hahaa.. Dan hikmah dari KKN di Kabupaten Pemalang adalah aku menjadi suka dengan anak kecil. Aku tiba-tiba ingin jadi seorang pengajar atau menjadi sosok yang dekat dengan anak kecil. Padahal dulu aku tidak terlalu menyukai anak kecil. Aku pun mendapatkan sebuah keluarga baru yang tidak lain adalah anggota kelompok KKN ku. Dan juga teman-teman KKN ku dari desa lain yang begitu solid mengibarkan panji-panji Universitas Jenderal Soedirman. Begitu banyak cerita yang kami ukir selama 35 hari yang rasanya tidak cukup untuk aku paparkan semuanya disini. Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :)


Bersama Keluarga Kecamatan Bantarbolang :)



Bersama Keluarga Desa Bantarbolang :)


CONCLUSION
Dua periode wisuda tahun 2013 sudah terlewat di depan mata. Sedih memang. Namun inilah takdirku. Tersisa 2 periode wisuda di akhir tahun. Istiqomah. Itulah yang bisa aku lakukan untuk menasehati diriku sendiri. Aku pun mencoba menjadi perempuan yang kuat dan tegar seperti makna yang tersirat dalam namaku, MAHARANI NURSYAMSU. Kelak aku akan mendapatkan jawaban dari segala garis takdirku ini. Dan aku dapat menulis Subhanallah. Mungkin inilah rencana indah Allah SWT yang Ia selipkan untuk Maharani Nursyamsu. :) di bagian penghujung kalimatnya.

Sekarang, aku hanya perlu bersyukur dengan segala rencana yang telah Allah SWT ukirkan untukku. Karena rencana Allah SWT lebih baik dibandingkan rencana terbaik dan terhebat kita sekalipun. Dan aku percaya bila pasti akan ada hikmah atau mungkin surprise indah yang tak terduga di balik rencana Allah SWT. Overall, husnudzon :)

I LOVE ALLAH SWT.





post signature