Rabu, 08 Mei 2013

Rabu, Mei 08, 2013 - No comments

Ini Nyata: Bukan Sebuah Sci-Fi Film

Sejenak saya termenung melihat deretan tinta kesuksesan yang ditorehkan Bangsa Belanda. Terlebih ketika Negeri Orange ini mampu melahirkan pionir-pionir di segala bentuk aspek kehidupan. Leluhur maupun anak cucu mana yang tidak bangga dengan itu semua. Segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin di mata mereka. Kekurangan di depan mata mereka ‘disulap’ menjadi kelebihan di mata dunia. Dan benar adanya juga quote dari Audrey Hepburn yang kira-kira seperti ini bunyinya, “Nothing is impossible, the word itself says 'I'm possible'!” 

Smart Highway.
Ya, bukan saja gadget yang bisa pintar (red: smartphone) ternyata jalan raya pun bisa. Tidak hanya dunia pendidikan, lalu lintas pun cukup diperhatikan bahkan dimanjakan oleh bangsa itu. Berbekal mental sebagai negara pioner di beberapa aspek kehidupan. Tak begitu mengherankan jika Negara Orange ini meluncurkan sebuah desain inovatif dalam penyematan teknologi jalur lalu lintas. Kesan pertama saya mengetahui informasi ini adalah wow like science fiction film! Namun, dugaanku salah. Ini benar-benar nyata. Dan konsep ini akan diaplikasikan pada pertengahan tahun 2013. It’s amazing! 

video

Dialah Daan Roosegaarde dan Helleen Herbert yang berhasil memalingkan perhatian dunia di tahun 2012. Kolaborasi dua desainer asal Belanda ini menghadirkan smart highway yang menciptakan jalan raya dengan berbagai kemampuan seperti, glow in the dark road, dynamic paints, interactive lights, induction priority lanes dan wind light. Diyakini jalan raya akan lebih aman, awet, sekaligus baik dari sisi pengendara kendaraan maupun konstruksi jalanan itu sendiri. 


Glow in the dark road. Walaupun kondisi gelap bukan berarti pengemudi jalan tidak mendapat cahaya penerangan. Sekiranya seperti itulah tujuan dari konsep ini. Konsep ini menggunakan cat luminescent yang menyerap energi matahari pada pagi dan siang hari. Selanjutnya bersinar pada malam hari hingga 10 jam guna meingkatkan daya pandang pengemudi. Sehingga dapat mengurangi pengurangan lampu jalan konvensional. 


Dynamic paint. Bukanlah sebuah merk cat berkelas dunia yang dibanjiri konsumen. Melainkan sebuah cat yang dapat memberikan informasi mengenai kondisi jalan. Mekanisme cat ini akan terlihat ketika terjadi fluktuasi suhu sehingga memancarkan informasi secara langsung kepada pengemudi. Seperti memperlihatkan kristal es sebagai peringatan bahwa jalan sedang licin dikarenakan suhu udara yang menurun. 


Interactive lights. Secara interaktif, lampu ini didesain di pinggir jalan tol yang memadukan sensor untuk mendeteksi keberadaan mobil yang mendekat. Lampu akan bersinar semakin terang jika kendaraan melintas, begitupun sebaliknya. Untuk alasan berhemat, lampu ini tidak menyala jika jalan sedang kosong. 

Induction priority lanes. Konsep ini lebih terfokus untuk kendaraan listrik. Karena fitur ini menyediakan fasilitas charger untuk kendaraan listrik dengan adanya induksi. Induksi kumparan yang tertanam di bawah aspal jalan tol 


Wind light. Fitur pintar ini berbetuk kincir angin kertas yang menyala saat kendaraan lewat. Tak hanya itu, angin alami pun turut menggerakan fitur ini yang dinilai sebagai fitur bernilai estetika.

Sepertinya sekarang Belanda tidak akan hanya tersohor sebagai raja kincir angin. Bisa saja mereka akan merengkuh sebutan baru sebagai raja jalan raya. Betapa tidak. Mereka telah banyak menciptakan sesuatu yang belum terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Suatu saat bangsa ini akan menjadi poros atau pusat perkembangan teknologi selanjutnya. Melahirkan dan mencetak prestasi lainnya. Dan itulah yang dinamakan pionir. 



Referensi :
http://www.talkmen.com/videos/watch/236/inovasi-jalan-tol-glow-in-the-dark-di-belanda/

http://www.jagatreview.com/2012/10/permukaan-jalan-raya-belanda-akan-glow-in-the-dark/

http://gadget.gopego.com/2012/10/konsep-jalan-raya-pintar-diterapkan-di-belanda-tahun-2013

http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/11/12/336178/15/5/Ini-Dia-Jalan-Tol-Pintar-Untuk-Solusi-Aman-Berkendara



Rabu, Mei 08, 2013 - No comments

Belanda, Si Kunci Pembuka Gerbang Studi di Eropa

"Pendidikan adalah senjata paling mematikan, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia" – Yaa... begitulah Nelson Mandela bertuah. Ibarat sebuah kereta api, pendidikan adalah lokomotif yang menarik rangkaian gerbong di belakangnya. Sebuah lokomotif yang mampu menggerakkan SDM dalam pembangunan bangsa. Kereta api mampu beroperasi sebagaimana mestinya jika lokomotif mampu berfungsi dengan baik, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, kemajuan suatu bangsa perlu didukung dengan pendidikan SDM yang berkualitas. Karena pada hakikatnya kualitas SDM berbanding lurus dengan pendobrakaan kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan SDM dapat terpenuhi dari berbagai sumber, dari dalam negeri ataupun luar negeri. Namun bukan hembusan belaka jika pendidikan di luar negeri jauh lebih maju dan berkualitas. Tak ayal putra-putri bangsa Indonesia berantusias melintasi batas territorial negara ini untuk ‘membasahi dahaga’ ilmu mereka. Institusi pendidikan di berbagai belahan dunia pun semakin gencar menawarkan jasa pelayanan pendidikan yang cukup menggiurkan.



Hidup memang pilihan. Semua orang memiliki argumentasi beragam untuk mengambil suatu pilihan. Begitupun yang dialami oleh kalangan intelektual khususnya calon mahasiswa. Mereka harus lebih cermat mengambil keputusan untuk menyelami atmosfer pendidikan di negara orang. Hal itu dikarenakan untuk mengantisipasi penyesalan ataupun kerugian yang akan diterima mereka kelak. Mengingat, studi di luar negeri merupakan investasi waktu dan biaya serta pilihan sekali seumur hidup. 


Dialah Eropa. Bukan hal baru lagi jika benua ini menjadi target favorit mereka. Pilihan studi di Eropa seolah merupakan dua sisi koin yang berlainan. Di satu sisi, Eropa menjadi tujuan studi yang ‘laris-manis’ di berbagai kalangan intelektual. Terdapat sekitar 3000 pelajar dari Indonesia yang memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa tiap tahunnya. Termasuk salah satunya tokoh proklamator Negara Indonesia yaitu Mohammad Hatta yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di Belanda. Bahkan Universitas di Eropa tidak sedikit menempatkan diri dalam 100 universitas terbaik di dunia.

Di sisi lain benua biru ini terkadang menjadi hal yang menakutkan bagi sejumlah kalangan yang ingin melanjutkan studi. Perlu diakui jika bahasa merupakan sebuah jembatan penghubung dalam sebuah komunikasi diantara khalayak orang. Dan tidak bisa dipungkiri pula bahwa bahasa menjadi salah satu faktor penghalang bagi kalangan yang ‘haus’ pengalaman di luar negeri. Mungkin sempat terbesit diantara beberapa kalangan jika studi di Eropa lebih sulit. Terlebih Bahasa Inggris bukanlah bahasa utama di Eropa. Namun, hal tersebut tidak serta merta benar adanya. Banyak perguruan tinggi di Eropa menawarkan program studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. 

Dan inilah bentuk perhatian Belanda bagi dunia pendidikan. Belanda menjadi sebuah pionir sebagai negara non berbahasa Inggris pertama yang menawarkan program studi berbahasa Inggris bagi pendidikan tinggi. Pendidikan di Belanda menawarkan lebih dari 1560 program studi dan mata kuliah internasional. Bahkan sebanyak 1543 program studi disampaikan dalam Bahasa Inggris. Hal ini pula yang menjadikan Negara Ratu Beatrix menjadi negara terunggul di Benua Eropa. Didukung pula dengan 95% penduduk Belanda mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Hal ini seolah menjadi angin segar bagi calon mahasiswa Indonesia dengan tujuan studi Eropa. Sebuah angin segar dari Belanda yang telah mempelopori dalam membukakan pintu gerbang Eropa menjadi lebih mudah. 


Referensi:
http://www.eur.nl/indonesian/student_life/study_holland/

http://studieropa.com/tahukah-kamu-tentang-pendidikan-di-eropa/

http://studieropa.com/6-fakta-menarik-mengenai-negara-bunga-tulip/

http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/23/08335863/Cermat.
Sebelum.Studi.ke.Luar.Negeri


post signature