Minggu, 27 Mei 2012

Minggu, Mei 27, 2012 - No comments

Mungkin Sebuah Balada

Shira   : "Rasanya aku tak pantas buat kamu."

Harry : "Aku benci dengan kata-kata itu. Rasanya aku seperti lakon dalam sebuah novel dan sinetron. Jangan ucapkan itu lagi." Lelaki berpakain batik itu berdiri dari duduknya. "Entah apa yang ada di pikiran kamu skg. Bisa-bisanya kamu ucapkan itu ke aku."

Shira  : "Aku bukan primadona kampus. Bukan juga kembang desa dengan unsur kefeminiman. Aku bukanlah perempuan populer dengan keelokkan intelegensi. Dan aku bukanlah putri seorang konglomerat bermandikan kemewahan dan kegemerlapan."

Jarum jam memang tak berhenti di kedua jam tangan mereka. Tapi, mereka sejenak berhenti di sudut keheningan. Pikiran mereka saling berkecamuk. 

Harry : "Kurasa kamu terpojok dengan segala gunjingan yang akan menimpa kita kelak. Kamu terlalu berpikiran jauh. Toh, pada dasarnya kitalah yang akan menjalani hubungan ini, bukan mereka. Anggaplah guncingan mereka adalah warna warni hubungan kita. Warna gelap adalah refleksi mereka, sisanya kita berdua yang memacarkan warna terang." Sambil mata menatap lurus kedepan, ia pun duduk.

Shira : "Tapi kamu terlalu sempurna untuk aku. Aku tidak bisa mengimbangi kehebatan dan segala kelebihan kamu. Aku ragu. Mungkin, aku pun tak tau akan memberi apa untuk kamu."

Harry  : "Aku bukan seorang majikan serakah yang meminta waktu. jiwa dan raga kamu. Aku juga bukan pengemis cinta yang ingin merampas seluruh cinta kamu seutuhnya. Bukan maksud aku menyepelekan kamu. Itu semata-mata aku tak tau apa yang akan aku minta darimu..." Belum selesai melanjutkan kata-katanya, matanya yang tajam menatap lembut perempuan yang masih tertunduk. Direkatkannya jari jemari di dengkulnya.

Shira : "Harry..." Ucap pelan. Dilihatnya lelaki disampingnya.

Harry  : "Mungkin itu karena kamu adalah perempuan yang menaruh masa depan bahagia di pundakku. Pilihanmu terhadap aku sebagai nahkoda hidupmu adalah lebih dari segalanya." Senyum manis terukir diwajahnya. "Jika aku memang lelaki yang dititipkan Tuhan untukmu, aku pasti akan mendapatkan apa yang pantas aku dapatkan tanpa aku menuntut dari kamu."

Shira : "Terimakasih Harry... Hanya itu yang bisa aku ucapkan padamu. Terlalu banyak yang ingin kucurahkan padamu, dan itu sulit.Mungkin air mata ini bisa mewakili semua yang tak bisa kuungkapkan." Air mata pun tak terelakkan. Jatuh membasahi wajah.

KKRRRIIIIIINGGGGGG....... KKKKKRRRRRIIIIINNNGGGGG........................... KKKRRRRIIIINGGGG......... KKRRIIIIIINGGGGGGG.....

"Yahhhh, ternyata tadi cuma mimpi. Ahhhhh...." Kelopak mata terbuka dengan tangan menekan tombol off pada jam alarm disampingnya.

"Andai aja itu menjadi nyata, aku pasti akan menjadi perempuan paling beruntung di dunia ini, bahkan di seantero jagad raya."

Hahahaa.. Aduuuhhh addduuuhhh, ada-ada saja tingkah Shira ini..










Jumat, 04 Mei 2012

Jumat, Mei 04, 2012 - No comments

My Action At Karimunjawa Paradise

Cantiknya karang-karang laut
Jadi inget petikan lirik sebuah lagu.. "Welcome to my paradise...." Yeahhh.. I'm at paradise. Exactly, Karimunjawa Island..

Huffhh, a long trip. Butuh 18 jam untuk menapaki 'Balinya Jawa Tengah'. Begitulah aku menyebut Pulau Karimunjawa, hehe. Setelah melewati jalur darat yang cukup melelahkan dan terombang-ambing di lautan selama 6 jam, akhirnya tulisan 'Selama Datang di KarimunJawa' ada di depan mata. Dan jepretttt... Aku abadikan moment ini.

Cuaca cerah memang menyambut rombongan kami. Rasa penasaran akan keindahan surga dalam air rasanya semakin berkecamuk. Satu hal yang aku bangga setelah aku menginjakkan kaki di daratan. 'yeeaaayyy aku nggak mabuk lauttt' haha. 

Meskipun, di awal perjalanan terkendala dengan kesalahan teknis. Tapi alhamdulillah. Semua terbayar lunas dengan melihat ciptaan Allah SWT yang begitu sempurna dan eksotis. Perfectly.

This's it.
Perenang amatiran yang mencoba bergaya bak perenang handal, haha. Dua hari aku melakukan praktikum lapangan di Karimunjawa. And this's most amazing something I got.

Aku dapet temennya Spongebob Squarepants.
Yuhuuu si Patrick Star. Warna biru pula. HOREEEE..... Sorai-sorai bergembira. :P

Bersama ke 4 anggota team ekspedisi (Aisshh lebay deh yaaa...) Ada Putri Dyas, Fitia Fatikka, Liffanur Tyas dan Sekar Arum. Ke 4 temankulah yang awalnya menemukan si bintang laut berwarna biru cantik ini. Mereka agak kesulitan untuk mengambilnya. Aku pun mencoba meraih Patrick star yang tergeletak di dasar laut, dan Haapppp, aku dapat.. The great job, sista.  So amazing. Sayangnya, setelah foto bersama si cantik bintang laut itu, kami berlima harus mengembalikan dia ke tempat semula. Yup, this's act of concervation :)

Begitu banyak hal yang aku dapatkan disini. Eittss, tapi bukan karang ataupun pasir pantai yang aku dapatkan dari sana, haha. Tapi, pengalaman terindah yang pernah aku dapatkan selama aku menaungi di kampus biologi. 

Praktikum lapangan yang membuat aku ketagihan untuk datang menengok ikan-ikan karang yang cantik, suara gemiricik air yang pecah oleh badan kapan dan biota laut lainnya yang tak kalah takjub.

Satu lagi oleh-oleh dari pulau cantik ini selain souvenir. Yup, cokelatnya kulitku. Meskipun sunblock terbalur hingga 4 lapis pada tubuh ini, Beuuhh tapi itu sengat matahari nggak mandang bulu. Alhasil, sepulang dari Pulau Karimunjawa warna kulitku berubah gelap seperti warna-warna kulit yang digemari bule-bule asing hehe.

Meski sedih tiap aku bercermin. Yahh apa mau dikata, kulit sudah menjadi gelap. Hidup itu penuh dengan resiko. Dan inilah resikonya menjadi bolang yang bermain dengan air asin. Overall, I'm love it.

Suatu saat aku ingin kesana lagi, belum puas rasanya aku menikmati salah satu ciptaan Allah SWT. Terlebih jiwa konservasiku yang mengaung seperti ombak, haha. Jiwaku terasa terpanggil untuk menjelajahi alam, bukan sekedar mengagumi ciptaan Sang Khalik.

Karimunjawa Island. I miss u. Please wait me in next time. Aku datang untuk kembali :*