Kamis, 16 Desember 2010

Kamis, Desember 16, 2010 - 2 comments

Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia)


Jeruk adalah komoditi buah yang paling popular di dunia. Sebetulnya jeruk bukan tanaman asing di negeri kita. Sejak ribuan tahun yang lampau, tanaman ini sudah terdapat di Indonesia, baik sebagai tanaman liar maupun tanaman di pekarangan. Jeruk merupakan salah satu tanaman holtikultura yang memiliki ekonomis yang tinggi. Daerah tumbuhny membentang dari 40° LU - 40° LS. Total luas areal tanaman jeruk diseluruh dunia tak kurang dari 1,5 juta hektar (Data tahun 1974). Negeri asal jeruk adalah Asia Tenggara, India, Cina, Australia dan Kaledonia baru. Di sudut-sudut hutan daerah ini banyak ditemukan berbagai jenis tanaman jeruk liar. Tanaman jeruk yang sekarang dikebunkan orang, dahulunya berasal dari daerah berhutan tropis yang memiliki curah hujan tinggi.

Buah jeruk tergolong dalam kelompok buah sejati tunggal berdaging. Hal ini dikarenakan buah jeruk tidak pecah bila sudah masak. Selain itu, buah ini bisa dikatakan buah sejati disebabkan buah ini terjadi dai satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah jeruk dikenal sebagai suatu variasi dari buah bani. Variasi bentuk buah jeruk beraneka ragam. Terdiri dari atas bundar, oval dan juga memanjang. Begitu banyak anggota spesies dari kelompok jeruk. Jumlahnya terhitung hingga tak kurang dari 1.300 jenis tanaman. Salah satunya adalah jeruk kingkit.kita kenal dewasa ini. Walau namanya disebut jeruk, jeruk kingkit bukanlah jeruk. Namun tanaman ini masih memiliki kekerabatan dekat juga dengan tanaman jeruk yang lazim.

Tanaman jeruk ini memiliki nama ilmiah Triphasia trifolia DC dan Triphasia trifolia Lour. Selain itu, jenis tanaman ini pun memiliki nama umum atau nama tradisional yang cukup beragam. Pada kawasan lintas dunia, di Inggris tanaman jeruk ini biasa disebut Limeberry, sedangkan di Thailand disebut limonsito dan di Indonesia disebut sebagai jeruk kingkit. Tanaman ini memiliki kekayaan nama daerah khususnya di Indonesia, yaitu sebagai berikut: kingkit, limau kiah, limau kunci (bahasa Melayu), kalijage, kingkip (bahasa Sunda), jeruk kingkit (bahasa Jawa), jeruk rante (bahasa Madura), lemo-lemo (bahasa Makassar), lemo-lemo (di Ternate) dan serta joji koyo (di Tidore). Jeruk yang biasa disebut sebagai jeruk imlek ini adalah kerabat dari jeruk (genus Citrus), namun jeruk ini bukanlah jeruk yang sebenarnya. Jeruk kingkit, atau jeruk ranti (Triphasia trifolia, syn. T. aurantiola Lour. dan Limonia trifolia Burm.) adalah kerabat dari jeruk (genus Citrus). Pohon jeruk Kingkit ini sebenarnya berasal dari Malesia namun tersebar hingga ke pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Triphasia trifolia ini merupakan salah satu semak atau tanaman perdu tegak yang juga lemah. Memiliki tinggi sekitar 1,5-3 meter, dengan ranting pada ujung membengkok kesana-kemari dan memiliki duri masing-masing dua yang terkumpul di dalam ketiak daun. Daun yang dimiliki tanaman jeruk ini termasuk ke dalam majemuk berjari tiga (trifoliata) dengan warna daun hijau tua mengkilap, anak daun berbentuk oval dengan ujung melekuk ke dalam, dan memiliki ukuran sekitar 1,5-4,5 kali 1-3 meter. Memiliki cabang-cabang yang berduri. Bunga yang nampak pada tanaman ini terkumpul 1-4 dalam ketiak daun yang bermahkota 3 lembar berwarna putih,kecil dan juga wangi. Biasanya mekar pada malam hari. Tanaman jeruk Kingkit ini memiliki panjang 12-16 mm, dengan buah berwarna merah dan daging buah berupa cairan yang lekat. Buah jeruk Kingkit berbentuk seperti jeruk bayi tanpa biji, hanya sedikit lonjong dan dapat dimakan dengan kulitnya. Biasanya memiliki buah berwarna merah dan termasuk ke dalam tipe hesperidium dengan diameter hingga 1,5 cm. Buah ini pun nampak menggiurkan sehingga dapat dimakan meskipun rasanya asam dan agak hambar. Tanaman yang satu ini tumbuh baik di bawah sinar matahari. Tanaman ini masih merupakan semak kecil yang menghasilkan beberapa buah saja. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan dengan cangkokan ataupun dari biji.

Klasifikasi tanaman Triphasia trifolia menurut Anonim (2011) adalah sebagai berikut:
Kingdom               :   Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom          :   Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi          :   Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                     :   Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                     :   Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas              :   Rosidae
Ordo                      :   Sapindales
Famili                    :   Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus                    :   Triphasia
Spesies                  :   Triphasia trifolia Dc

Manfaat dari tanaman jeruk ini cukup beragam, mulai dari perawatan wanita hingga untuk kesehatan. Ternyata tanaman jeruk ini, terutama buah jeruknya memiliki manfaat untuk merawat kuku, yang seperti biasa dilakukan oleh para putri keraton tempo dulu. Tumbuhannya digunakan sebagai pohon peneduh atau pembatas jalan di Kepulauan Seribu. Buah dan daun Triphasia trifoliata pun berkhasiat pula sebagai obat untuk menyembuhkan suatu penyakit seperti batuk, diare, sakit perut. Selain untuk kesehatan, tanaman ini berfungsi juga hanya sebagai pajangan pembawa keberuntungan terutama bagi masyarakata keturunan Tionghoa. Bagi masyarakat Indonesia, tanaman ini biasa digunakan sebagai pagar hias yang elok. Buah kingkit dalam dunia pangan dapat dijadikan manisan. Dapat pula dijadikan perekat. Habitus dari tanaman ini adalah di pekarangan rumah, kebun dan ladang dengan ketinggian 1-500 m dpl. Tanaman ini memiliki habitus yang cukup unik karena tanaman ini dapat dijadikan sebagai bonsai pohon buah-buahan, yang dapat dinikmati keindahan buahnya, layaknya kesemek, mini apel, bogo, jambu biji dan lain-lain.

Jeruk kingkit atau yang dikenal dengan jeruk imlek, ternyata memang cocok ditanam dan dibudidayakan di daratan China. Hal ini dikarenakan jeruk jenis ini memang tanaman asli yang berasal dari kawasan-kawasan bersuhu subtropis. Produksi jeruk ini juga sangat tinggi. 2 bulan menjelang imlek, buah jeruk kingkit yang kecil-kecil mulai bermunculan secara bersamaan dan jeruk ini bisa dipanen tiap tahun. Uniknya, ternyata masa panennya itu selalu bersamaan saat hari raya Imlek tiba. Sehingga tidak heran jika jeruk kingkit ini disebut juga dengan jeruk imlek. Semakin rimbun buahnya maka akan semakin mahal pula harga pohonnya. Faktor tinggi pendeknya pohon juga mempengaruhi harga jual pohon jeruk imlek ini. Buah jeruk Kingkit ini bisa bertahan 4 hingga 6 minggu pada dahannya. Kebanyakan orang menganggap jeruk kingkit jadi tanaman yang membanggakan kalau buahnya rimbun dan selalu berbuah tanpa henti. Buahnya yang rimbun maka sering diartikan dengan pohon keberuntungan. Oleh karena itu, buah jeruk kingkit ini dijadikan sebagai lambang keberuntungan dan keharmonisan.



Kandungan kimia dari jeruk Kingkit adalah coumarins, isomeranzin, umbelliferone, tripasiol atau 7-(3-methyl-2,3 dihyroxybutyloxy)-8-(3-methyl-2-oxobuthyl), dan coumarin. Khasiat dari buah dan daunnya adalah anti-diare, obat untuk penyakit gonorrhoe, dan sebagai ekspektoran. Resep tradisionalnya, yaitu: 
Diare: 
Daun jeruk kikit 7 lembar, air 110 ml, direbus sampai mendidih selama 15 menit, dan diminum 3-4 kali sehari. 
Obat Batuk:
Buah jeruk kikit matang 10 buah, bijinya dibuang, gula jawa 200 gr, air 300 ml, ramuan direbus sampai mendidih, dan diminum 3 kali sehari.


Berdasarkan data lapangan, tanaman jeruk ini dapat dipelihara di pekarangan sekitar rumah ataupun taman pada tempat-tempat umum. Tanaman ini pun berbeda dengan tanaman jeruk lainnya. Hal ini dikarenakan tanaman jeruk jenis ini dapat ditanaman pada pot, berbeda dengan tanaman jeruk lain yang dominan langsung ditanam di permukaan tanah.


Kegiatan yang dilakukan oleh bidang taksonomi tumbuhan salah satunya adalah mengkoleksi tumbuhan dengan cara diawetka, atau lebih sering disebut sebagai spesimen herbarium. Berikut adalah langkah dalam pembuatan herbarium, khususnya herbarium kering.

Alat dan Bahan
1. Spesimen tumbuhan
2. Gunting
3. Koran atau kertas yang dapat menyerap air
4. Alat pengepres atau benda yang cukup berat
5. Kertas duplex
6. Plastik bening
7. Perekat (solatipe)




Cara kerja
1. Spesimen yang akan dijadikan herbarium dibersihkan
2. Spesimen dimasukkan dan ditata di antara lipatan koran
3. Kertas atau koran yang sudah berisi spesimen dipres oleh alat pengepres atau alat yang cukup berat untuk mengepres spesimen tersebut
4. Setelah specimen dirasa sudah rata atau flat, spesimen pun dijemur di bawah terik matahari atau dioven hingga benar-benar kering dan berwarna kecokelatan
5. Penataan posisi spesimen pada kertas duplex
6. Penempelan spesimen tersebut menggunakan solatipe
7. Permukaan atas spesimen ditutupi dengan plastik bening
8. Pada kertas specimen tersebut diberkan label tentang keterangan dari specimen tersebut
9. Herbarium pun terbentuk





GAMBAR 
Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia)


Triphasia trifolia        
Bentuk bunga
  Bentuk daun
Bentuk buah matang



DAFTAR REFERENSI

Anonim, 2011. Jeruk kingkit. http://www.plantamor.com/index.php?plant=1261. Diakses pada tanggal 19 Maret 2011

______, 2011. Jeruk kingkit. http://www.anadisya.com/2011/01/pohon-jeruk-imlek.html. Diakses pada tanggal 19 Maret 2011

______, 2011. Triphasia trifolia. http://www.kidnesia.com. Diakses pada tanggal 19 Maret 2011

Badrudin, Imam. 2010. Tanaman Bongsai. Bojonegoro

Sarwono, B. 1986. Jeruk dan Kekerabatannya. Penerbit Penebar Swadaya.

Sumartono. 1982 Jeruk. Penerbit Bumirestu, Jakarta





























































































2 komentar:

misi gan numpang tanya bisa gk jeruk kingkit ditanam dengan cara stek...

wah maaf aku kurang tw... aku ga mempelajari sampe penanaman tp lebih ke taksonomi nyaa... :(

Posting Komentar