Senin, 05 November 2012

Senin, November 05, 2012 - 13 comments

Aku dalam Lingkaran #5

Entah kusebut ini makhluk yang bernama 'kebetulan' atau 'takdir'. Hhmm.. Mungkinkah sebuah kebetulan yang berujung takdir? Ataukah takdir yang menyebabkan kebetulan? Intinya sih satu per satu berawal dari unsur ketidaksengajaan.

#1
Cocard Peserta Youth Power UGM
Sebuah nama yang tak asing tertera di barisan kalimat itu, MAHARANI NURSYAMSU. Heii itu namaku, batinku berteriak. Dibalik ketidaksengajaan mendaftarkan judul abstrak, iseng-iseng berhadiah lebih tepatnya hehe. Sebuah kompetisi nyata berada di pelupuk mata ini. Dari 110 abstrak ilmiah, kami mampu melejit hingga 33 besar.

Dan Yogyakarta pun akan menjadi saksi kami, Sodik Wuryanto, Yeti Yulianti, Anita Rachman dan Maharani Nursyamsu (aku) berjibaku dengan tim tangguh dari 15 Universitas Se-Nasional. Di depan jiwa-jiwa muda, kami akan mengangkat judul: Kesatuan Aksi Mahasiswa Peduli Mangrove Segara Anakan (Kampung Sanak): Upaya Mahasiswa untuk Memperbaiki Keadaan Ekosistem Mangrove Segara Anakan.

Satu lagi pengalaman untukku di bangku kuliah. Mumpung masih muda dan berlabel 'mahasiswa'. Alhamdulilah yaahh kalau teteh Syahrini bilang. 

Perjalanan kami mulai hari Jum'at 19 Oktober 2012. Pagi itu, jarum jam memilih angka 06.00.  Kutinggalkuan sejenak 'si item' motor kesayanganku, beserta ranah Soedirman tercinta. Seandainya Patung Jenderal Soedirman di Gedung Rektorat UNSOED bisa bicara, dia pasti berkata: Selamat berjuang cucu-cucuku, tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah cucu-cucu Soedirman yang tak pernah menyerah. 

#2
Tiga jam perjalanan menuju Kota Pelajar. Rasanya bosan akan menikamku diam-diam. Ketika teman ku terlelap dalam keheningan mimpinya. Ku buka lembaran demi lembaran buku 5cm yang sengaja ku bawa untuk persediaan ketika suasana ini datang. *dan dugaanku tak meleset*

Hal 148 - Chapter 6: Rehumanize - Kereta api ekonomi.
Itu adalah 3 keyword yg bikin otak ku agak mikir. Kereta api, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal. Ya ampun, ternyata aku berasa bagian dari cerita novel itu. Kami berada dalam setting yang sama, kereta api ekonomi. Bisa pas gini ya, skenario Allah SWT emang amazing banget deh. Hahh hanya saja nama jenis kereta api ekonomi nya yang berbeda. Tujuannya pun jelas berbeda, mereka Malang dan aku Yogyakarta.

Tiket Kereta Api pwt-jogja
#3
Aku berdecik kagum dengan cerita dari tokoh-tokoh novel 5cm ketika mereka transit sejenak di stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Wawww!!! Benakku pun sedikit kritis seketika. Jadi penasaran dengan stasiun yang menjadi salah satu setting novel itu. Antara penasaran, kepo, katrok dan sok polos. Hahaaaa

"Yuk kita turun, Ran. LO (Liaison Officer) kita udah nunggu tuh. Awas barang jangan sampai ketinggalan." Ujar salah satu temanku. Hahh? udah nyampe? Aku pun bergegas prepare untuk turun dari gerbong. Dan Jrrreengggg.... Sebuah pemandangan membuat aku terpana seketika. Aku nggak perlu bertanya seperti apa stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Aku mendapatkan jawaban itu. Ampun deh -___-

Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
#4
Hahhh.. kenapa harus ke Yogya, kenapa kita nggak sesuai dengan cerita alur novel 5cm. Malang atau lebih tepatnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru!! *tiba-tiba batinku bergejolak* Hhmm, bukan barang baru lagi bagi orang-orang sekitarku, ketika aku selalu saja berceloteh ingin ke Malang dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jujur, aku jatuh cinta dengan dua spot itu.

Sembari menunggu akomodasi yang akan menjemput kami ke Penginapan Kaliurang, aku menyempatkan untuk bertegur sapa dengan sahabat lamaku, Aziz. Awalnya aku ingin bertemu dengannya, selagi aku di Yogya, *maklum sudah lama tak bertemu*. Namun Aziz sedang berada di Jakarta. Tiba-tiba di sela sms kami, aziz menawari ku untuk mengikuti Jambore Nasional di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tepatnya ke Puncak Mahameru pada bulan November 2012 bersama Host acara petualang yang berkiprah di stasiun TV swasta. Degg!! Mataku terbelalak membaca pesan singkat itu. Oh my god, it's like a dream.

#5
Ini adalah hari ke tiga kami di bumi Yogyakarta. Minggu 21 Oktober 2012. Kami berencana untuk naik si ular besi sekitar jam 3 sore. Sepertinya memang kami harus punya cerita mengesankan di perjalanan kali ini. Kami kehabisan tiket kereta, yassalam... Okee, kita kejar kereta api tujuan kami di stasiun berikutnya, Stasiun Kutoarjo dengan kereta express bermodalkan 10 ribu rupiah. Di stasiun. Tik.. tok.. Kruyukk.. tik.. tok.. kruyukk. Kami menunggu dan menunggu. Suara jarum jam saling mendahului dengan suara perut kami. Dan menu siang menjelang sore kami hari ini adalah Arabian food. Roti maryam pun kami sikaattttt. Hahaa.

Hangatnya Roti Maryam, sang pengganjal perut kami.
Telat. Yah sudah rejeki kami, kereta yang kami tunggu benar-benar menguras emosi dan kesabaran kami yang letih. Tak apa, mungkin itu pikiran kami yang benar-benar terombang ambing dengan wajah yang mungkin orang sekitar juga sungkan untuk melihat kami. Dan kami pun seperti remaja clubbing, tangan kami tegak ke atas, badan bergoyang mengikuti guncangan. Kasarnya sih kami naik kereta api sambil berdiri haha.

Stasiun Kutoarjo. Lagi, sepertinya jam tidak bersahabat dengan kami. Jam keberangkatan kereta kami telah terlewatkan. Mana doraemon, mana pintu ajaib nya *mulai lepas kendali niy pikirannya*. Dan suara operator stasiun bagai angin surga yang menyelamatkan kami. Ternyata jam keberangkatan kereta yang kami incar sedang dalam pengecekan. Alhamdulilah!!! Rasanya mau guling-guling di jalur rel *eh

Tik.. tok.. Kruyukk.. tik.. tok.. kruyukk. Konser musik part 2.  Pengen makan... pengen pulaanggg... *aduh banyak banget pengennya* Seandainya, ada kompetisi the best and the most patient passenger. Hmmm, We're the champion. Setelah menunggu cukup lama, sekitar jam 8 malam kami akhirnya meluncur menuju ranah Soedirman. Sekitar jam 22.00 kami akhirnya melihat Stasiun Purwokerto di balik kelopak lelah ini.

#ENDING.
Walau thropy tak bisa ku genggam, dan tak bisa ku persembahkan untuk eyang Soedirman. Namun pengalaman ini berada di dalam kantong ku bersama pengalaman-pengalaman ku lainnya *gaya banget lah* Ilmu dan pengalaman menjadi point penting bagi kami. Menang itu biasa, berusaha itu luar biasa. Saat ini, mungkin kami belum diberi kesempatan untuk mendapatkan amanat sebagai juara, maybe next time. Fighting!! Yahh.. Kami memang bukan juara di kompetisi itu, tapi kami juara di hati eyang soedirman :)

Terimakasih untuk Allah SWT. Orang tua. Team kampung sanak. Pihak Kampus Fakultas Biologi Unsoed. Pembimbing paper dan juga sahabat-sahabatku. You're my power :)

Setibanya di Purwokerto. Beberapa anak di kampus menanyakan hal yang sama. Clue mereka adalah Yogyakarta dan UGM. Waduh temen-temenku ini kepo atau nguntit pas kami ada disana yaa?? Eitss, ternyata ini niy sumber yang tiba-tiba bikin aku jadi selebritis dadakan di kampus. Lihat

Asiik numpang eksis di web kampus Fakultas Biologi :)

"Sungguh, perjalanan dari awal hingga akhir dari kompetisi ini adalah perjalanan mengesankan bagiku. Tak akan pernah ku lupakan, karena inilah titik cahaya biolog di luar kampus. Tak akan aku rasakan di dalam ruang kuliah ataupun laboratorium canggih sekalipun."

Team Kampung Sanak: Yeti, Sodik, Rani (aku) dan Nita (ada di belakang kamera ini) hehe

Bersama Sahabat Baru di Depan Kampus FISIPOL UGM Yogyakarta

Indahnya Warna Warni Almamater Kami :)



post signature

Minggu, 14 Oktober 2012

Minggu, Oktober 14, 2012 - 6 comments

1 2 3 4, I Love You


video

Empat taun silam lagu ini berkibar, udah dihinggapi laba-laba kali yaa. Pola sarangnya aja udah mulai keliatan *si sotoy mulai gerak*. Plain White T'S. Si yang punya lagu ini berhasil ngambil hati dan perhatian ku lewat lagu ini *1 2 3 4 I Love You*

Meskipun lagu jebolan 2008, yaa,,,, tapi feel lagunya masih dapet lah yaa. Ayook kita berhitung, 1, 2, 3 ,4. Stop!! Cukup sampai 4, ini bukan kelas matematika jadi ada baiknya nggak usah dilanjutin. Hahaha. Ada 4 kata buat lagu ini. 

Unique. Itu kata pertama buat lagu ini. Ada kolaborasi antara angka dan kata dalam lirik lagu ini. Alhasil bisa bikin yang denger berkata "Aku meleleh" *lebay maju jalan* Hahahh. Intro lagu ini juga unik, berasa terbang di jaman klasik. Konsep video nya juga nggak kalah unik sama lirik lagunya.

Amazing. Kata selanjutnya yang bisa aku nilai buat lagu ini. Nggak tau kenapa pertama denger langsung gedebug cintrong aka jatuh cinta (sesuai judul yaa). Tanpa ngeliat tampang fisik dari personilnya. Objective berarti yaa aku...

Lovely. Kata ketiga buat lagu ini. Cinta. Hidup memang nggak pernah jauh dari 'makhluk' yang satu ini. Lagu cinta romantis tapi nggak lebay. Nggak cengeng, nggak girang juga. Kira-kira seperti itulah gambaran lagu itu tapi versi aku yaa, nggak tau deh kalau yang lain denger, hahhaah. 

No. No command again. Itu mungkin lebih tepat dan lengkapnya. Aku kehabisan kata-kata buat lagu ini. Essentially, 1 2 3 4 I Love You.



Dan cuplikan bait lirik lagu ini nggak ada capenya lari-lari di pikiranku... Hahaaa

There’s only one thing to do
three words for you I love you

There’s only one way to say

Those three words and that’s what I’ll do, I love you
I love you
You make it easy, it’s easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4







post signature

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sabtu, Oktober 06, 2012 - 4 comments

Surat Dilematisme: Kala Gayung Tak Bersambut

Dear, Gayung.

Dengar. Lihat. Dan rasakan.
Aku ada disini.

Disini, dengan bukan hanya aku saja yang berdiri. Di sekelilingku ada dia dan mereka.

Semuanya mengerucut dalam satu tujuan yang sama. Termasuk aku tanpa ada sebesit kemunafikan.

Mungkin aku terlihat serupa dengan di sekelilingku. Ketika sela-sela kosong dalam sebuah penantian panjang, sekuat tenaga ku rajut asa untuk berbeda dengan dia dan mereka. Bukan bermaksud membusungkan dada. Ini semata-mata aku hanya ingin ada suara bergemericik yang membunuh keheningan.

Apakah kau tau, kian lama keheningan diam-diam membunuhku. Benar adanya, tak ingin ku hanya diam atau mengalir tanpa suatu arah yang tak pasti, dengan waktu yang tak ku tau ujungnya. Ingat, aku dan mereka berada dalam ruang yang sama, ruang yang sesekali akan menghilangkanku ketika kau tak datang.

Jangankan wujud kasat mata mu, ketika siluet mu merabaku langit serasa sejuk kupeluk. Terdengar suara yang tak ku tau asalnya mencuat di atas permukaan, "Akhirnya kau datang". Namun, ketika siluet itu menikung dan membelakangiku. Tiada guna untuk menjadi lebih jernih diantara mereka, bahkan di antara kumpulan kristal cantik sekalipun.

Kala matahari memelukku pun tak sedikitpun terlintas untuk lepas dari jeratan teriknya. Rapuh. Dan hilang sudah kekuatanku tuk menggenggammu. Ketika pergi melambaikan perpisahan, dan saat itu pula datang kan menyapa. Selebihnya diam dan menanti, menanti serbuan rintik nyawa yang jatuh dari langit. Kelak mungkin menjadi suntikan nyawa tambahan atau bahkan kekuatan. Mereka datang seperti itu karena aku, KARENA LANGIT TAK PERNAH BOHONG.


Aku pun akan tetap bergemiricik di atas puing kekuatan ini. Seperti mereka yang kau sambut dengan lembutnya. Hanya sebuah sudut yang entah kau bisa rasakan atau tidak, yang akan mendengar gemericikku. Aku tau ini bukan bergemericik yang kuharapkan, begitu juga kau. Karena aku bukanlah yang kau harapkan.

Mengalir dan mengalir. Namun aku mengalir bukan sebagai AIR BIASA seperti sedia kala. Kini aku mewakilkan ekspresi yang kadang bersembunyi di balik sandiwara. Aku datang seperti ini karena mu, KARENA HATI TAK PERNAH BOHONG.

Ketika kau bertanya-tanya seberapa besarkah aku ----- (entah harus kusebut apa) padamu, lihatlah aku di balik jendela yang memandang langit kelabu. Hitunglah aku yang jatuh dengan derasnya.

Ketika kau mengabaikan semua ini, lihatlah aku di jutaan sudut pasang mata yang memancarkan sinar tak berdaya. Dan kau tak perlu menghitung nya, itu akan menyulitkanmu kelak.




Tertanda,
- SETETES AIR-


post signature






Rabu, 03 Oktober 2012

Rabu, Oktober 03, 2012 - 2 comments

Ketika Suatu Kesamaan 'Menggaet' Perbedaan












Ada hitam, ada putih.
Ketika jahat pergi, maka datanglah kebajikan.
Begitu juga ketika dibalik kesamaan tentu terselip sebuah perbedaaan.

Lihat pelangi.
Memang, akhir-akhir ini kuakui tak pernah sedikitpun mengintip indahnya pelangi. Bukan karena ke 7  bidadari yang mungkin sedang malas mandi di sungai, tentu ada alasan non fiksi di balik tanya besar tentang 'si pelangi'.
Namun, terkadang ada pasukan gombal menyeru, "Aku tak perlu melihat pelangi, karena aku mampu melihat pelangi setiap saat dan kapanpun di raut wajahmu."  


Hhhssss,
Kalau sekarang kita berimajinasi. Indah manakah, pelangi dengan 7 warna atau pelangi dengan 1 warna? Aku lebih memilih pelangi dengan 7 warna. Justru dengan adanya perbedaan itulah, pelangi menjadi panorama terindah ketika hujan melambaikan tangan untuk pergi. Berbeda dengan nasib pelangi 1 warna, rasanya hambar untuk lama-lama melihatnya. Lantas apakah yang membuat kata 'indah' keluar dari mulut kita tentang paradigma sebuah pelangi?

Karena 7 warna itu saling melengkapi yang tidak dimiliki di antara mereka. Kuning. Dia tampak menyilaukan bagi mata yang melihatnya. Namun berkat pancaran warna biru yang sedikit meredup, membuat siapapun yang memandangnya akan sedikit melepas lega dari kesialauan. Tersirat unsur 'balance' diantara spektrum -spektrum tersebut. Tak ada rasa jenuh untuk lagi, lagi dan lagi melihat 'si pelangi'.


Bergitupun kita, antara 1 orang dengan yang orang yang lainnya. "Aku nampak sangatlah berbeda denganmu, kau punya segalanya dan aku tidak." Selalu saja, perbedaan menjadi 'kambing hitam' sebagai pemicu konflik, entah konflik fisik maupun batin .

Tak hanya konflik, terkadang perbedaan menjadi alasan untuk menghambat seseorang dalam menuntaskan keinginan terpendamnya. Tiba-tiba hatinya yang dulu sekuat baja, kini menciut bagai plastik. Sepertinya 'perbedaan' perlu diberi applause. Dia mampu mengendalikan keadaan siapapun, dimanapun dan kapanpun. Sungguh ironis rasanya.

Kini, aku hanya ingin seperti pelangi.
Ketika perbedaan bukan menjadi satu-satunya alasan untuk membatasi apapun.
Kelak, hidup ini akan indah dengan hiasan dari manik-manik perbedaan yang kita miliki. Tunjukkan pada dunia, bahwa kita mampu memalingkan dunia dengan perbedaan kita. Perbedaan akan hadir saling melengkapi diantara celah-celah ketika jenuh kian melanda. Dengan perbedaan kita akan menjadi kuat, karena sebelumnya kita telah diuji dengan usaha untuk merekatkan diantara manik-manik perbedaan menjadi satu kesatuan. Dan kita akan menyerukan:

"Karena perbedaan kita menjadi lebih kuat, dengan kekuatan kita menjadi jauh lebih Indah"
  


post signature



Rabu, 05 September 2012

Rabu, September 05, 2012 - 2 comments

Seperti Anak yang Meminta pada Ibunya

Tangan mulusnya menarik-narik pakaian yang tergerai hingga tumit pada wanita dewasa itu. Dengan muka yang mengisyaratkan sesuatu yang diminta, wanita dewasa itu dipadangnya dalam-dalam. Tangannya bergerak menarik-narik lengan sang ibu. Tangan kiri gadis itu menunjuk sebuah etalase berisikan patung dengan gaun cantiknya.

Senjata andalan pun tak terelakkan. Air mata terlihat di pelupuk gadis berambut pendek ini. Wajahnya benar-benar mengekspresikan dalamnya permintaan yang berada di pikirannya. Seakan keinginannya telah memonopoli seluruh jalan pikirnya. Tak ada yang bisa dihiraukan selain itu.

"Akankah, permintaan dalam ini sama halnya dengan gadis kecil cengeng itu?" Pikirnya dalam benaknya. "Lagipula  permintaanku tidaklah gampang. Tak segampang meminta permennya manis atau cantiknya gaun di etalase." Tombol power pada remote ia tekan, suara 'flip' pun muncul dari speaker tv.

Dua benda digenggam olehnya. Benda pertama, bentuknya begitu indah. Sebagai perdana, terkejut mungkin ekspresi yang muncul saat itu. Dua insan bahagia terukir namanya di benda itu. Kartu undangan ini akan menjadi bukti keseriusan cinta kasih mereka.

Benda kedua, seseorang mengikuti gerak-gerik raut wajahnya. Tak ada bekas codet di wajah, namun garis kecantikan rasanya tak terlihat jelas. Semakin lama melihatnya, benda itu membuatnya geram. Diikuti suara hati berseru: Aku memang tak seperti mereka yang jelita, tak bolehkan aku bahagia. Aku ingin mencicipi kebahagian atau mungkin melahapnya dan menyimpannya hingga selamanya. Diletakannya cermin itu.

Permintaan ini jelas berbeda dengan permintaan gadis kecil itu. Mungkin rengekan gadis kecil itu tak bisa dipungkiri pula oleh gadis dewasa itu. Namun, rengekan itu hanya di dengar oleh Tuhan dalam sebuah munajat cinta. Itu lebih baik ketimbang hanya mengedepankan rasa iri hati, karena penyakit hati ini hanya akan memperkeruh keadaan kita, kawan. Positive thinking, guys



Kamis, 21 Juni 2012

Kamis, Juni 21, 2012 - No comments

Monopoli Kehidupan a.k.a Penjajahan Era Modern

Ceritanya...
Aku, kamu dan semuanya telah dibutakan.
Tapi bukan kedua mata di bawah alis ini yang buta.
Lantas? Mata yang mana?
Mata Hati. 
Siapa yang membutakan?
Bukan Tuhan.
Bukan dunia pula. Dunia hanya perantara.
Yang membutakan adalah diri kita, manusia itu sendiri.
Aku pikir seperti itu.

Ketika semua munajat di sela-sela penyembahan pada Tuhan telah terealisasi.
Seiring bergulirnya jarum jam dan pergantian kalender.
Mungkin, hubungan vertikal hanya sekilas mengucapkan kata syukur.
Setelah itu lupa. 
Hubungan horizontal yang mengambil peranan paling dominan a.k.a monopoli kehidupan.
Harta, Kesuksesan, dan Jabatan turut andil dalam memonopoli mind set seseorang.
Ayahku pernah berkata: "Ketika di bawah kita diuji dengan seonggok kekurangan, dan setelah mampu melewati itu atau berada di atas. Kita masih di uji dengan segala kelebihan. Itulah hidup."

Oke, intinya kekurangan dan kelebihan adalah sama-sama ujian hidup. "Dan hanya dengan mengabdi dan menyembah Tuhan lah yang mampu menyelamatkan kita dari jeratan hitamnya kehidupan." Tambah ayahku.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan mengantisipasi hal itu, namun semua tergantung kepercayaan dan agama kita masing-masing.

Overall, aku menulis ini bukan berarti aku paling suci atau paling benar dalam hal ini.
Bukan juga untuk mengajari. Karena Ilmuku pun belum lah tinggi, kuakui itu. Dan itu fakta.
Aku hanya mengoreksi tiap langkah-langkah yang telah kulalui.
Aku pun masih belajar dalam menaungi makna kehidupan.
Untuk apa aku dilahirkan di dunia?, Kenapa aku dilahirkan sebagai aku bukan sebagai dia?, dan bla bla bla. Terlalu banyak untuk diungkapkan.
Masih banyak coretan-coretan hitam di kanvas kehidupanku.

Ada cerita sederhana dari kehidupan Nawaaf, Badar dan Sara.
Mungkin video berdurasi 05.05 ini bisa menyenggol hati dan pikiran kita.  
Dan semoga kita bisa menjadi manusia yang sejatinya,
manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan.
Pada Allah SWT. karena aku muslim.  


video



Hidup hanya sekali.
Hidupmu adalah pilihanmu. Kitalah yang memilih.


Rabu, 06 Juni 2012

Rabu, Juni 06, 2012 - No comments

Environment Calender

Kalender. 
Tidak hanya peringatan hari-hari besar agama atau moment bersejarah yang tercantum didalamnya. 

Sebenarnya, banyak hari-hari simbolis yang ada pada kalender. Namun tak dipublish seperti hari-hari perayaan lainnya.

This's it.
Aku udah mencoba mengumpulkan hari-hari simbolis dari berbagai sumber yang bersangkutan dengan lingkungan. Yeaayyy  yeaayyy   



No
Tanggal
Peringatan
1.
01 Januari
Hari Dharma Samudra
2.
10 Januari
Hari Pencanangan Gerakan Satu Juta Pohon
3.
02 Februari
Hari Lahan Basah Sedunia
4.
20 Maret
Hari Kehutanan Sedunia
5.
22 Maret
Hari Air Sedunia
6.
23 Maret
Hari Meteorologi Sedunia
7.
27 Maret
Hari Pelangi
8.
31 Maret
Hari Bumi Pukul 20.30 - 21.30
9.
07 April
Hari Kesehatan Sedunia
10.
22 April
Hari Bumi
11.
12 Mei
Hari Migrasi Burung Sedunia
12.
13 Mei
Hari Migrasi Burung Sedunia
13.
22 Mei
Hari Keanekaragaman Hayati
14.
31 Mei
Hari Tanpa Tembakau Sedunia
15.
05 Juni
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
16.
07 Juni
Hari Samudera Sedunia
17.
17 Juni
Hari Memerangi Penggunaan Lahan Dan Kekeringan Sedunia
18.
11 Juli
Hari Populasi Sedunia
19.
21 Agustus
Hari Maritim Nasional
20.
16 September
Hari Ozon Sedunia
21.
22 September
Hari Badak Sedunia
22.
22 September
Hari Bebas Kendaraan Bermotor
23.
01 Oktober
Hari Habitat Sedunia
24.
04 Oktober
Hari Binatang Sedunia
25.
16 Oktober
Hari Pangan Sedunia
26.
17 Oktober
Hari Memerangi Kemiskinan Internasional
27.
05 November
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
28.
21 November
Hari Pohon Sedunia
29.
02 Desember
Hari Konvensi Paus

Senin, 04 Juni 2012

Senin, Juni 04, 2012 - No comments

Aku dan Mangrove, Sebuah Cinta Baru Terlahir

Satu lagi.
Aksi hijauku di tahun ini.


Biologist In Action (BIA). Salah satu program kerja di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang sedang aku geluti, UPI (Unit Penelitian Ilmiah). Sekitar 1 hari yg lalu acara kami ini terlaksana di Desa Motean Kampung Laut Cilacap, Jawa Tengah. Akhirnya... :) 

Tepatnya tanggal 03 Juni 2012. Kami berangkat dari Purwokerto sekitar jam 06.30 WIB menuju Cilacap. Dua jam perjalanan kami lewati sampai akhirnya kami menembus ombak Pantai Selatan Jawa selama 2 jam. Amazing... Hhmm, sejenak mengingatkan Pengalaman seru di Karimunjawa.

Bak penerima tamu kepresidenan. Jajaran mangrove menyabut kami pada setengah perjalanan menuju spot yang kami tuju. Yup, ini adalah pengalaman pertama aku melihat mangrove secara langsung. 

Asli Jepretanku Ketika Perjalanan :)
Berita-berita miring mengenai hutan mangrove sudah bukan barang baru bagi kita. Khususnya, hutan Mangrove di Kampung Laut Cilacap. Pohon-pohon Mangrove yang kini lihat ternyata tak sebesar seperti pendahulunya. Sebuah keprihatinan yang patut kita rasakan. 

Seandainya pohon-pohon mangrove disana bisa berbicara, mungkin dia akan berbicara seperti ini: Aku ikut menyumbang oksigen untuk kalian, menahan serangan alam yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi, menjadi habitat nyaman bagi yang memerlukan dan masih banyak lagi peran aku di bumi. Karena itu aku hadir dan tercipta untuk kalian. Sebuah rasa keprihatinan tidak cukup untuk mengobati kami. Kami butuh tindakan konkrit untuk menyembuhkan kami dari keterpurukan.

And, This's it. 
Calm down my sweety mangrove, We're here for you. We love you're so much  

Setelah menapaki pemukimam Kampung Laut yang cukup menguras tenaga dan membakar kulit. Kami disambut ramah oleh salah satu warga yang merupakan teman dari dosen kami. Waktu istirahat dan menyantap makan siang pun dimulai. Sebuah stock energi untuk memulai aksi kami nanti. Hhmm... Tak terasa, matahari sudah beranjak di ubun-ubun. Sudah saatnya kita beraksi kawan. Sekitar 200 meter dari persinggahan sebentar ini, kami lanjutkan menuju spot yang kami nantikan.

Dan woowww, bibit-bibit mangrove sudah menyapa kami. Mereka menunggu kedatangan tangan-tangan dingin peduli alam, khususnya peduli mangrove. Tak hanya itu, warga-warga sekitar yang peduli mangrove pun tak kalah siap dengan kami. Dibawah bimbingan dosen kami, beberapa warga sekitar dan juga kaka-kakak senior kami, bibit mangrove pun bisa kami pertemukan dengan bumi. Alias ditanam. Yuhuuu menanam bibit mangrove. Lalalallalaalalalalaaa.... ssyuuuubiiidduuudududdu....

Begitu banyak cerita di balik aksi penanaman mangrove ini. Dimulai terperosok dalam lumpur hingga setengah badan, salah satunya aku. Ada juga yang kehilangan sepatu ketika dia berkutat dengan lumpur-lumpur. Lempar melempar bibit Mangrove layaknya atlet lempar lembing. Menghilangkan dahaga dengan air kelapa yang masih fresh dari pohonnya (Unfortunetly, aku nggak kebagian, huhu..).

Hingga aku mengobrol dengan salah satu warga yang rupanya masih bisa disebut anak-anak. Ada cerita memilukan disini. Mungkin cerita seperti ini sudah bukan dikatakan tabu di Indonesia. Mengingat negara kita masih cukup terbelakang. Anak kecil bertopi ini tak sedikit pun memancarkan kesedihan ketika kami melakukan aksi penanaman mangrove. Dibalik tingkah polosnya, ternyata dia salah satu korban pemasungan hak mendapatkan pendidikan. Anak kecil ini tidak pernah menamatkan sekolah dasarnya, dia hanya duduk hingga kelas 5 SD. Miris sekali aku mendengarnya. Kita masih beruntung bisa merasakan bangku perkuliahan, kawan. Patut bersyukurlah kita. Aku hanya berharap, semoga bukan saja tangan-tangan peduli alam yang datang ke daerah ini. Tapi tangan-tangan yang peduli pendidikan anak :)

Begitu banyak cerita di tempat ini. Senang sedih bercampur menjadi satu. Ada banyak pula pesan dan kesan yang bisa kita bawa setelah meninggalkan daratan selatan Pulau Jawa ini. 

Kesan pertama. Aku senang bisa ikut turun tangan langsung meghijaukan bumi, meskipun bermandikan lumpur. Kotor itu baik, mungkin itu slogan yang cocok untuk saat ini.

Kesan kedua. Ada benih Mangrove yang kulihat. Namun ada pula benih cinta Mangorve yang kurasa. I Love Mangrove !!

Kesan ketiga. Tak sabar rasanya melakukan konservasi alam berikutnya. Entah kapan, apa dan dimana melakukan konservasi itu masih menjadi tanda tanya. Namun, jiwa konservasiku bukan lagi sebuah tanda tanya. Insyaallah.. 

Dan ini bukti kami untuk alam: Klik Disini


Sabtu, 02 Juni 2012

Sabtu, Juni 02, 2012 - No comments

Cara Mengembalikan File di Memory Card Camera Digital



Ketika sadar foto hasil jepretan kita  tiba-tiba menghilang. Langsung deh frustasi, drop, stres, resah, galau dan ekspresi-ekspresi lainnya. 

Sudah totalitas dan maksimal mengabadikan obyek di camera digital, eh malah raib. Padahal saat itu juga kita memang benar-benar dan amat membutuhkan foto-foto itu.
Ottoke kalau orang Korea bilang...

Mungkin disini saya akan sedikit berbagi informasi dan pengalaman. Awalnya waktu itu saya juga ditawari oleh seseorang untuk merecovery foto saya dengan biaya 100 ribu. Wooww angka yang cukup lumayan untuk kantong mahasiswa seperti saya, terlebih waktu itu akhir bulan. Mengenaskan sekali 

Saya nggak berhenti disitu saja. Jelas saya nggak akan menggelontorkan duit saya untuk hal itu. Akhirnya jalan akhir yang saya tempuh adalah konsultasi dengan Mbah Google. Hahahaha

Dan inilah jawabannya. Saya mendapatkan sebuah aplikasi yang bisa mengembalikan foto-foto saya dengan selamat. Yup, sebut saja card recovery Download Disini

Alhamdulilah saya sudah membuktikannya dan berhasil, hidup saya terselamatkan. Hehe 
Adapun langkah-langkah yang bisa kita tempuh untuk mendapatkan file dari memori card kamera digital. Dengan syarat kita sudah mempunyai aplikasi card recovery di komputer atau laptop kita yaa.
Caranya amat sangat gampang banget ko, cekidottttt.....

1. Klik NEXT

2. Klik Drive Letter dan pilih tempat memory card kita berada.
    Klik Camera Brand dan File Type
    dan pilih merk camera digital yang kita punya
    Klik Destination Folder
    dan pilih lokasi di komputer kita untuk menyimpan hasil
    recovery nantinya.
    Setelah itu klik NEXT

Dan Klik OK ketika ada tampilan seperti ini


3. Dan seluruh File yang ada dalam meory card kita akan dideteksi. 
    Jadi kita tunggu aja sampai selesai. Setelah itu seperti biasa Klik NEXT


4. Klik Previe, pilih foto atau file yang ingin kita recovery. 
    Klik Select dan NEXT.


5. Jika ada tampilan Cardecovery-Evaluation Version Limitation. 
    Pilih aja enter Key dan masukkan serial numbernya 
    (Serial Number:  CYTG57SB1-GJJG6F5H9C2M87-T658TFJEMQTDS3E)
    Kalau sudah, Klik NEXT lagi yaa.
    
    Dan selesai.
    Card recovery akan mengembalikan dan menyimpan 
    foto-foto yang hilang ke komputer atau laptop  kita.
    Berhasil Berhasil yeaaayyy.